Skip to content · ⁨Lompat ke konten⁩

Waves, Sound, and Physical Optics · ⁨Gelombang, Suara, dan Optik Fisik⁩

AP Physics 2 · ⁨AP Fisika 2⁩ · Topic 14 · ⁨Topik 14⁩

Video lesson for this topic · ⁨Pelajaran video untuk topik ini⁩ Open the video page · ⁨Buka halaman video⁩
7:50

Gelombang, Suara, dan Optik Fisik

Tiup gelembung sabun dan lihatlah dengan saksama. Filmnya lebih tipis dari helai rambut dan tidak memiliki warnanya sendiri, dan cahaya yang jatuh di atasnya adalah cahaya putih biasa. Namun…

English narration · English + 中文 subtitles burned in · ⁨Narasi bahasa Inggris · Subtitle bahasa Inggris + 中文 disematkan langsung⁩

14.1

Properties of Wave Pulses and Waves · ⁨Sifat Gelombang Nadi dan Gelombang⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Learning Objective 14.1.A: Describe the physical properties of waves and wave pulses.

  • 14.1.A.1 Waves transfer energy between two locations without transferring matter between those locations.
    • 14.1.A.1.i A wave pulse is a single disturbance that transfers energy without transferring matter between two locations.
    • 14.1.A.1.ii A wave is modeled as a continuous, periodic disturbance with well-defined wavelength and frequency.
  • 14.1.A.2 Mechanical waves or wave pulses require a medium in which to propagate. Electromagnetic waves or wave pulses do not require a medium in which to propagate.
  • 14.1.A.3 The speed at which a wave or wave pulse propagates through a medium depends on the type of wave and the properties of the medium.
    • 14.1.A.3.i The speed of all electromagnetic waves in a vacuum is a universal physical constant, $c = 3.00 \times 10^{8}$ m/s.
    • 14.1.A.3.ii The speed at which a wave pulse or wave propagates along a string is dependent upon the tension in the string, $F_T$, and the mass per length of the string.
      • Equation: $v_{\text{string}} = \sqrt{\dfrac{F_T}{m/\ell}}$
    • 14.1.A.3.iii In a given medium, the speed of sound waves increases with the temperature of the medium.
  • 14.1.A.4 In a transverse wave, the direction of the disturbance is perpendicular to the direction of propagation of the wave.
  • 14.1.A.5 In a longitudinal wave, the direction of the disturbance is parallel to the direction of propagation of the wave.
    • 14.1.A.5.i Sound waves are modeled as mechanical longitudinal waves.
    • 14.1.A.5.ii The regions of high and low pressure in a sound wave are called compressions and rarefactions, respectively.
  • 14.1.A.6 Amplitude is the maximum displacement of a wave from its equilibrium position.
    • 14.1.A.6.i The amplitude of a longitudinal pressure wave may be determined by the maximum increase or decrease in pressure from equilibrium pressure.
    • 14.1.A.6.ii The loudness of a sound increases with increasing amplitude.
    • 14.1.A.6.iii The energy carried by a wave increases with increasing amplitude.
Bahasa Indonesia

Tujuan Pembelajaran 14.1.A: Deskripsikan sifat fisik gelombang dan pulsa gelombang.

  • 14.1.A.1 Gelombang mentransfer energi antara dua lokasi tanpa memindahkan materi antara lokasi-lokasi tersebut.
    • 14.1.A.1.i Pulsa gelombang adalah gangguan tunggal yang mentransfer energi tanpa memindahkan materi antara dua lokasi.
    • 14.1.A.1.ii Gelombang dimodelkan sebagai gangguan kontinu dan periodik dengan panjang gelombang dan frekuensi yang terdefinisi dengan jelas.
  • 14.1.A.2 Gelombang mekanis atau pulsa gelombang memerlukan medium tempat merambat. Gelombang elektromagnetik atau pulsa gelombang tidak memerlukan medium tempat merambat.
  • 14.1.A.3 Kecepatan perambatan gelombang atau pulsa gelombang melalui suatu medium bergantung pada jenis gelombang dan sifat medium tersebut.
    • 14.1.A.3.i Kecepatan semua gelombang elektromagnetik dalam ruang hampa adalah konstanta fisika universal, $c = 3.00 \times 10^{8}$ m/s.
    • 14.1.A.3.ii Kecepatan perambatan pulsa gelombang atau gelombang sepanjang tali bergantung pada tegangan tali, $F_T$, dan massa per satuan panjang tali.
      • Persamaan: $v_{\text{string}} = \sqrt{\dfrac{F_T}{m/\ell}}$
    • 14.1.A.3.iii Dalam suatu medium tertentu, kecepatan gelombang suara meningkat seiring dengan kenaikan suhu medium.
  • 14.1.A.4 Pada gelombang transversal, arah gangguan tegak lurus terhadap arah perambatan gelombang.
  • 14.1.A.5 Pada gelombang longitudinal, arah gangguan sejajar dengan arah perambatan gelombang.
    • 14.1.A.5.i Gelombang suara dimodelkan sebagai gelombang longitudinal mekanis.
    • 14.1.A.5.ii Daerah bertekanan tinggi dan rendah dalam gelombang suara disebut kompresi dan regangan, masing-masing.
  • 14.1.A.6 Amplitudo adalah simpangan maksimum gelombang dari posisi kesetimbangannya.
    • 14.1.A.6.i Amplitudo gelombang tekanan longitudinal dapat ditentukan dari peningkatan atau penurunan maksimum tekanan dari tekanan kesetimbangan.
    • 14.1.A.6.ii Kerasnya bunyi meningkat seiring dengan bertambahnya amplitudo.
    • 14.1.A.6.iii Energi yang dibawa oleh gelombang meningkat seiring dengan bertambahnya amplitudo.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

A wave 波 carries energy through a medium (or space) without carrying the matter along. A single disturbance is a pulse; a repeating one is a wave. Two types:

  • Transverse 横波: the medium moves perpendicular to the wave's travel (a wave on a rope, light).
  • Longitudinal 纵波: the medium moves along the direction of travel (sound).
Bahasa Indonesia
Interferensi bak riak: jalur gelombang bertambah secara konstruktif dan destruktif
Interferensi bak riak: jalur gelombang bertambah secara konstruktif dan destruktif

Sebuah gelombang membawa energi melalui medium (atau ruang) tanpa membawa materinya bersama. Gangguan tunggal adalah nadi; yang berulang adalah gelombang. Dua jenis:

Gelombang transversal: medium bergerak tegak lurus terhadap perjalanan gelombang
Gelombang transversal: medium bergerak tegak lurus terhadap perjalanan gelombang
  • Transversal: medium bergerak tegak lurus terhadap perjalanan gelombang (gelombang pada tali, cahaya).
  • Longitudinal: medium bergerak sepanjang arah perjalanan (suara).
Vocabulary · ⁨Kosa kata⁩ Train · ⁨Latih⁩
English Bahasa Indonesia
wave/weɪv/ gelombang
Transverse/trænsˈvɜːs/ Melintang
Longitudinal/ˌlɒŋɡɪˈtjuːdɪnl/ Longitudinal
wavelength/ˈweɪvleŋθ/ panjang gelombang
frequency/ˈfriːkwənsi/ frekuensi
amplitude/ˈæmplɪtjuːd/ amplitudo
wave speed/weɪv spiːd/ kecepatan gelombang
Polarization/ˌpəʊləraɪˈzeɪʃn/ Polarisasi
intensity/ɪnˈtensɪti/ intensitas
Electromagnetic waves/ɪˌlektrəʊməɡˈnetɪk weɪvz/ Gelombang elektromagnetik
14.2

Periodic Waves · ⁨Gelombang Periodik⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Learning Objective 14.2.A: Describe the physical properties of a periodic wave.

  • 14.2.A.1 Periodic waves have regular repetitions that can be described using period and frequency.
    • 14.2.A.1.i The period is the time for one complete oscillation of the wave.
    • 14.2.A.1.ii The frequency is the rate at which the wave repeats.
      • Equation: $T = \dfrac{1}{f}$
    • 14.2.A.1.iii The amplitude of a wave is independent of the period and the frequency of that wave.
    • 14.2.A.1.iv The energy of a wave increases with increasing frequency.
    • 14.2.A.1.v The frequency of a sound wave is related to its pitch.
    • 14.2.A.1.vi Wavelength is the distance between successive corresponding positions (such as peaks or troughs) on a wave.
  • 14.2.A.2 A sinusoidal wave can be described by equations for the displacement from equilibrium at a specific location as a function of time. A wave can also be described by an equation for the displacement from equilibrium at a specific time as a function of position.
    • Equation: $x(t) = A\cos(\omega t) = A\cos(2\pi f t)$
    • Equation: $y(x) = A\cos\left(2\pi \dfrac{x}{\lambda}\right)$
  • 14.2.A.3 For a periodic wave, the wavelength is proportional to the wave's speed and inversely proportional to the wave's frequency.
    • Equation: $\lambda = \dfrac{v}{f}$
Bahasa Indonesia

Tujuan Pembelajaran 14.2.A: Deskripsikan sifat fisik gelombang periodik.

  • 14.2.A.1 Gelombang periodik memiliki pengulangan teratur yang dapat dijelaskan menggunakan periode dan frekuensi.
    • 14.2.A.1.i Periode adalah waktu untuk satu osilasi lengkap gelombang.
    • 14.2.A.1.ii Frekuensi adalah laju berulang gelombang.
      • Persamaan: $T = \dfrac{1}{f}$
    • 14.2.A.1.iii Amplitudo gelombang tidak bergantung pada periode dan frekuensi gelombang tersebut.
    • 14.2.A.1.iv Energi gelombang meningkat seiring dengan bertambahnya frekuensi.
    • 14.2.A.1.v Frekuensi gelombang suara berkaitan dengan nadanya.
    • 14.2.A.1.vi Panjang gelombang adalah jarak antar posisi berkorespondensi yang bersesuaian secara berurutan (seperti puncak atau lembah) pada gelombang.
  • 14.2.A.2 Gelombang sinusoidal dapat dijelaskan melalui persamaan perpindahan dari kesetimbangan pada suatu lokasi tertentu sebagai fungsi waktu. Gelombang juga dapat dijelaskan melalui persamaan perpindahan dari kesetimbangan pada waktu tertentu sebagai fungsi posisi.
    • Persamaan: $x(t) = A\cos(\omega t) = A\cos(2\pi f t)$
    • Persamaan: $y(x) = A\cos\left(2\pi \dfrac{x}{\lambda}\right)$
  • 14.2.A.3 Untuk gelombang periodik, panjang gelombang berbanding lurus dengan kecepatan gelombang dan berbanding terbalik dengan frekuensi gelombangnya.
    • Persamaan: $\lambda = \dfrac{v}{f}$

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English
Transverse vs longitudinal waves

A repeating wave is described by:

  • wavelength 波长 $\lambda$ (distance between repeats),
  • frequency 频率 $f$ (cycles per second) and period $T=1/f$,
  • amplitude 振幅 $A$ (maximum displacement – related to energy),
  • wave speed 波速 $v=f\lambda$, set by the medium, not the source.

Worked example. A musical note has frequency $340\ \text{Hz}$ and the speed of sound is $340\ \text{m/s}$. Its wavelength is $\lambda=v/f=340/340=1.0\ \text{m}$. If the same note travels into water (where sound moves at $\approx 1500\ \text{m/s}$) the frequency stays $340\ \text{Hz}$ but the wavelength stretches to $1500/340\approx 4.4\ \text{m}$ – the source sets the frequency, the medium sets the speed and hence the wavelength.

Bahasa Indonesia
Gelombang transversal vs longitudinal

Gelombang berulang dijelaskan oleh:

Graf perpindahan-jarak menunjukkan amplitudo dan panjang gelombang
Graf perpindahan-jarak menunjukkan amplitudo dan panjang gelombang
  • panjang gelombang $\lambda$ (jarak antara pengulangan),
  • frekuensi $f$ (siklus per detik) dan periode $T=1/f$,
  • amplitudo $A$ (perpindahan maksimum – terkait dengan energi),
  • kecepatan gelombang $v=f\lambda$, ditentukan oleh medium, bukan sumbernya.

Contoh terpecahkan. Sebuah nada musik memiliki frekuensi $340\ \text{Hz}$ dan kecepatan suara adalah $340\ \text{m/s}$. Panjang gelombangnya adalah $\lambda=v/f=340/340=1.0\ \text{m}$. Jika nada yang sama merambat ke dalam air (di mana suara bergerak pada $\approx 1500\ \text{m/s}$) frekuensinya tetap $340\ \text{Hz}$ tetapi panjang gelombangnya meregang menjadi $1500/340\approx 4.4\ \text{m}$ – sumber menetapkan frekuensi, medium menetapkan kecepatan dan karenanya panjang gelombang.

Explore · ⁨Jelajahi⁩

Send a periodic wave · ⁨Kirim gelombang periodik⁩

A periodic wave carries energy without moving matter. Its speed $v=f\lambda$ links frequency and wavelength; raise the frequency and the wavelength shrinks. · ⁨Gelombang periodik membawa energi tanpa memindahkan materi. Kecepatan-nya $v=f\lambda$ menghubungkan frekuensi dan panjang gelombang; naikkan frekuensi dan panjang gelombang menyusut.⁩

14.3

Boundary Behavior and Polarization · ⁨Perilaku Batas dan Polarisasi⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Learning Objective 14.3.A: Describe the interaction between a wave and a boundary.

  • 14.3.A.1 A wave that travels from one medium to another can be transmitted or reflected, depending on the properties of the boundary separating the two media.
    • 14.3.A.1.i A wave traveling from one medium to another (for example, a wave traveling between low-mass and high-mass strings) will result in reflected and transmitted waves.
    • 14.3.A.1.ii A reflected wave is inverted if the transmitted wave travels into a medium in which the speed of the wave decreases.
    • 14.3.A.1.iii A reflected wave is not inverted if the transmitted wave travels into a medium in which the speed of the wave increases.
    • 14.3.A.1.iv The frequency of a wave does not change when it travels from one medium to another.
  • 14.3.A.2 Transverse waves that are reflected from a surface, refracted through a medium, or pass through specific openings may be polarized.
    • 14.3.A.2.i Transverse waves can be polarized and oscillate in a single plane.
    • 14.3.A.2.ii Longitudinal waves cannot be polarized.
  • 14.3.A.3 Polarization of a wave may result in a reduction of the wave's intensity.
    • 14.3.A.3.i Intensity is a measure of the amount of power transferred per unit area.
    • 14.3.A.3.ii The intensity of a wave is the average power per unit area over one period of the wave.
Bahasa Indonesia

Tujuan Pembelajaran 14.3.A: Deskripsikan interaksi antara gelombang dan batas.

  • 14.3.A.1 Gelombang yang merambat dari satu medium ke medium lain dapat ditransmisikan atau dipantulkan, tergantung pada sifat batas pemisah kedua medium tersebut.
    • 14.3.A.1.i Gelombang yang merambat dari satu medium ke medium lain (misalnya, gelombang yang merambat antara tali bermassa rendah dan tinggi) akan menghasilkan gelombang pantul dan gelombang transmisi.
    • 14.3.A.1.ii Gelombang pantul terbalik jika gelombang transmisi merambat masuk ke medium di mana kecepatan gelombangnya menurun.
    • 14.3.A.1.iii Gelombang pantul tidak terbalik jika gelombang transmisi merambat masuk ke medium di mana kecepatan gelombaknya meningkat.
    • 14.3.A.1.iv Frekuensi gelombang tidak berubah ketika merambat dari satu medium ke medium lain.
  • 14.3.A.2 Gelombang transversal yang dipantulkan dari permukaan, dibiaskan melalui medium, atau melewati bukaan tertentu dapat terpolarisasi.
    • 14.3.A.2.i Gelombang transversal dapat terpolarisasi dan bergetar dalam satu bidang tunggal.
    • 14.3.A.2.ii Gelombang longitudinal tidak dapat terpolarisasi.
  • 14.3.A.3 Polarisasi gelombang dapat menyebabkan penurunan intensitas gelombang.
    • 14.3.A.3.i Intensitas adalah ukuran jumlah daya yang ditransfer per satuan luas.
    • 14.3.A.3.ii Intensitas gelombang adalah rata-rata daya per satuan luas selama satu periode gelombang.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English
Total internal reflection

At a boundary a wave partly reflects and partly transmits. Reflecting off a denser medium inverts the wave; off a less-dense medium it does not. Polarization 偏振 applies to transverse waves only: a polarizer passes just one direction of oscillation, which is why polarized sunglasses cut glare.

The effect of a polarizer is measured through intensity 强度 - the average power a wave delivers per unit area over one period, in $\text{W m}^{-2}$. Because a polarizer removes the components of the oscillation that are not aligned with it, it reduces the wave's intensity: unpolarized light passing a single ideal polarizer drops to half its intensity, and a second polarizer at an angle cuts it further. Intensity also falls with distance from a source, since the same power spreads over a larger area.

Bahasa Indonesia
Pemantulan internal total

Di sebuah batas gelombang sebagian dipantulkan dan sebagian ditransmisikan. Memantul dari medium yang lebih padat membalik gelombang; dari medium yang kurang padat tidak. Polarisasi berlaku hanya untuk gelombang transversal: polarizer hanya meneruskan satu arah osilasi, itulah sebabnya kacamata hitam terpolarisasi mengurangi silau.

Efek polarizer diukur melalui intensitas - daya rata-rata yang disalurkan gelombang per satuan luas selama satu periode, dalam $\text{W m}^{-2}$. Karena polarizer menghilangkan komponen osilasi yang tidak sejajar dengannya, polarizer tersebut mengurangi intensitas gelombang: cahaya tak terpolarisasi yang melewati satu polarizer ideal turun menjadi setengah intensitasnya, dan polarizer kedua pada sudut tertentu memotongnya lebih lanjut. Intensitas juga menurun dengan jarak dari sumber, karena daya yang sama menyebar di area yang lebih luas.

Gelombang tak terpolarisasi bergetar di banyak bidang; gelombang terpolarisasi bergetar di satu bidang
Gelombang tak terpolarisasi bergetar di banyak bidang; gelombang terpolarisasi bergetar di satu bidang
14.4

Electromagnetic Waves · ⁨Gelombang Elektromagnetik⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Learning Objective 14.4.A: Describe the properties of an electromagnetic wave.

  • 14.4.A.1 Electromagnetic waves consist of oscillating electric and magnetic fields that are mutually perpendicular.
    • 14.4.A.1.i Electromagnetic waves are transverse waves because the oscillations of the electric and magnetic fields are perpendicular to the direction of propagation.
    • 14.4.A.1.ii Electromagnetic waves are commonly assumed to be plane waves, which are characterized by planar wave fronts.
  • 14.4.A.2 Electromagnetic waves do not need a medium through which to propagate.
  • 14.4.A.3 Categories of electromagnetic waves are characterized by their wavelengths.
    • 14.4.A.3.i Categories of electromagnetic waves include (in order of decreasing wavelength, spanning a range from kilometers to picometers) radio waves, microwaves, infrared, visible, ultraviolet, X-rays, and gamma rays.
    • 14.4.A.3.ii Visible electromagnetic waves are further broken into categories of color, including (in order of decreasing wavelength) red, orange, yellow, green, blue, and violet.
    • 14.4.A.3.iii Visible electromagnetic waves are also called light. Sometimes, electromagnetic waves of all wavelengths are collectively referred to as light or electromagnetic radiation.

Boundary statement: AP Physics 2 expects students to know the ordering of the electromagnetic spectrum (including visible light). However, students will not be expected to define exact wavelength ranges within the electromagnetic spectrum.

Bahasa Indonesia

Tujuan Pembelajaran 14.4.A: Deskripsikan sifat-sifat gelombang elektromagnetik.

  • 14.4.A.1 Gelombang elektromagnetik terdiri dari medan listrik dan medan magnet yang berosilasi dan saling tegak lurus.
    • 14.4.A.1.i Gelombang elektromagnetik adalah gelombang transversal karena osilasi medan listrik dan medan magnet tegak lurus terhadap arah rambatnya.
    • 14.4.A.1.ii Gelombang elektromagnetik umumnya diasumsikan sebagai gelombang bidang, yang dikarakteristikkan oleh muka gelombang planar.
  • 14.4.A.2 Gelombang elektromagnetik tidak memerlukan medium untuk merambat.
  • 14.4.A.3 Kategori gelombang elektromagnetik dikarakteristikkan oleh panjang gelombangnya.
    • 14.4.A.3.i Kategori gelombang elektromagnetik meliputi (berurutan berdasarkan penurunan panjang gelombang, mencakup rentang dari kilometer hingga pikometer) gelombang radio, mikrogelombang, inframerah, tampak, ultraviolet, sinar-X, dan sinar gamma.
    • 14.4.A.3.ii Gelombang elektromagnetik tampak dibagi lagi menjadi kategori warna, termasuk (berurutan berdasarkan penurunan panjang gelombang) merah, oranye, kuning, hijau, biru, dan ungu.
    • 14.4.A.3.iii Gelombang elektromagnetik tampak juga disebut cahaya. Terkadang, semua gelombang elektromagnetik dari berbagai panjang gelombang secara kolektif disebut sebagai cahaya atau radiasi elektromagnetik.

Pernyataan Batas: AP Physics 2 mengharapkan siswa mengetahui urutan spektrum elektromagnetik (termasuk cahaya tampak). Namun, siswa tidak diharapkan mendefinisikan rentang panjang gelombang yang tepat dalam spektrum elektromagnetik.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

Electromagnetic waves 电磁波 are oscillating electric and magnetic fields that travel through vacuum at the speed of light $c$, needing no medium. They span the spectrum from radio to gamma rays; higher frequency means shorter wavelength and higher photon energy.

Bahasa Indonesia

Gelombang elektromagnetik adalah medan listrik dan magnetik yang berosilasi yang merambat melalui vakum pada kecepatan cahaya $c$, tidak memerlukan medium. Mereka mencakup spektrum dari radio hingga sinar gamma; frekuensi yang lebih tinggi berarti panjang gelombang yang lebih pendek dan energi foton yang lebih tinggi.

Spektrum elektromagnetik, dari gelombang radio hingga sinar gamma
Spektrum elektromagnetik, dari gelombang radio hingga sinar gamma
14.5

The Doppler Effect · ⁨Efek Doppler⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Learning Objective 14.5.A: Describe the properties of a wave based on the relative motion between the source of the wave and the observer of the wave.

  • 14.5.A.1 The Doppler effect describes the relationship between the rest frequency of a wave source, the observed frequency of the source, and the relative velocity of the source and the observer.
  • 14.5.A.2 A greater relative velocity results in a greater measured difference between the observed and rest frequencies.
    • 14.5.A.2.i For a wave source moving at the same velocity as the observer, the observed frequency is equal to the rest frequency.
    • 14.5.A.2.ii For a wave source moving toward an observer, the observed frequency is greater than the rest frequency.
    • 14.5.A.2.iii For a wave source moving away from an observer, the observed frequency is less than the rest frequency.

Boundary statement: Only qualitative treatments of the Doppler effect are required for AP Physics 2.

Bahasa Indonesia

Tujuan Pembelajaran 14.5.A: Deskripsikan sifat gelombang berdasarkan gerakan relatif antara sumber gelombang dan pengamat gelombang.

  • 14.5.A.1 Efek Doppler menggambarkan hubungan antara frekuensi diam sumber gelombang, frekuensi yang diamati dari sumber, dan kecepatan relatif sumber dan pengamat.
  • 14.5.A.2 Kecepatan relatif yang lebih besar menghasilkan perbedaan terukur yang lebih besar antara frekuensi yang diamati dan frekuensi diam.
    • 14.5.A.2.i Untuk sumber gelombang yang bergerak dengan kecepatan yang sama seperti pengamat, frekuensi yang diamati sama dengan frekuensi diam.
    • 14.5.A.2.ii Untuk sumber gelombang yang bergerak mendekati pengamat, frekuensi yang diamati lebih besar daripada frekuensi diam.
    • 14.5.A.2.iii Untuk sumber gelombang yang menjauhi pengamat, frekuensi yang diamati lebih kecil daripada frekuensi diam.

Pernyataan Batas: Hanya perlakuan kualitatif efek Doppler yang diperlukan untuk AP Physics 2.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English
The Doppler effect

The Doppler effect 多普勒效应 is the change in observed frequency when a wave source and observer move relative to each other. Approaching $\Rightarrow$ higher frequency (shorter wavelength); receding $\Rightarrow$ lower frequency. It explains a passing siren's drop in pitch and the redshift of receding galaxies.

Bahasa Indonesia
Efek Doppler

Efek Doppler adalah perubahan frekuensi yang diamati ketika sumber gelombang dan pengamat bergerak relatif satu sama lain. Mendekat $\Rightarrow$ frekuensi lebih tinggi (panjang gelombang lebih pendek); menjauh $\Rightarrow$ frekuensi lebih rendah. Ini menjelaskan penurunan nada sirene yang lewat dan redshift galaksi yang menjauh.

Sumber yang bergerak memampatkan muka gelombang di depannya, meningkatkan frekuensi yang teramati
Sumber yang bergerak memampatkan muka gelombang di depannya, meningkatkan frekuensi yang teramati
Explore · ⁨Jelajahi⁩

Hear the Doppler shift · ⁨Dengar pergeseran Doppler⁩

When a source moves, waves bunch up ahead (higher frequency) and stretch behind (lower) — the Doppler effect. Speed it up to exaggerate the shift. · ⁨Ketika sumber bergerak, gelombang terkumpul di depan (frekuensi lebih tinggi) dan meregang di belakang (lebih rendah) — efek Doppler. Percepati untuk melebih-lebihkan pergeseran.⁩

Vocabulary · ⁨Kosa kata⁩ Train · ⁨Latih⁩
English Bahasa Indonesia
Doppler effect/ˈdɒplə ɪˈfekt/ Efek Doppler
Constructive interference/kənˈstrʌktɪv ˌɪntəˈfɪərəns/ Interferensi konstruktif
destructive interference/dɪˈstrʌktɪv ˌɪntəˈfɪərəns/ interferensi destruktif
14.6

Wave Interference and Standing Waves · ⁨Interferensi Gelombang dan Gelombang Berdiri⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Learning Objective 14.6.A: Describe the net disturbance that occurs when two or more wave pulses or waves overlap.

  • 14.6.A.1 Wave interference is the interaction of two or more wave pulses or waves.
  • 14.6.A.2 When two or more wave pulses or waves interact with each other, they travel through each other and overlap rather than bouncing off each other.
  • 14.6.A.3 When two or more wave pulses or waves overlap, the resulting displacement can be determined by adding the individual displacements. This is called superposition.
  • 14.6.A.4 Wave interference may be constructive or destructive.
    • 14.6.A.4.i When the displacements of the superposed wave pulses or waves are in the same direction, the interaction is called constructive interference.
    • 14.6.A.4.ii When the displacements of the superposed wave pulses or waves are in opposite directions, the interaction is called destructive interference.
    • 14.6.A.4.iii Two or more traveling wave pulses or waves can interact in such a way as to produce amplitude variations in the resultant wave pulse or wave.
  • 14.6.A.5 Visual representations of wave pulses or waves are useful in determining the result of two interacting wave pulses or waves.
  • 14.6.A.6 Beats arise from the addition of two waves of slightly different frequency.
    • 14.6.A.6.i Waves with different frequencies are sometimes in phase and sometimes out of phase at locations along the waves, causing periodic amplitude changes in the resultant wave.
    • 14.6.A.6.ii The beat frequency is the difference in the frequencies of the two waves.
      • Equation: $\left|f_{\text{beat}}\right| = \left|f_1 - f_2\right|$
    • 14.6.A.6.iii Tuning forks are devices that are commonly used to demonstrate beat frequencies.

Learning Objective 14.6.B: Describe the properties of a standing wave.

  • 14.6.B.1 Standing waves can result from interference between two waves that are confined to a region and traveling in opposite directions.
    • 14.6.B.1.i Standing waves have nodes and antinodes. A node is a point on the standing wave where the amplitude is always zero. An antinode is a point on the standing wave where the amplitude is always at maximum.
    • 14.6.B.1.ii The possible wavelengths of a standing wave are determined by the size and boundary conditions of the region to which it is confined.
    • 14.6.B.1.iii Common regions where standing waves can form include pipes with open or closed ends, as well as strings with fixed or loose ends.
  • 14.6.B.2 A standing wave with the longest possible wavelength is called the fundamental or first harmonic. The second-longest wavelength is typically called the second harmonic, the third-longest wavelength is called the third harmonic, and so on. However, for a standing wave with a node at one end and an antinode at the other end, only odd harmonics can be established.
  • 14.6.B.3 Visual representations of standing waves are useful in determining the relationships between length of the region, wavelength, frequency, wave speed, and harmonic.
Bahasa Indonesia

Tujuan Pembelajaran 14.6.A: Deskripsikan gangguan total yang terjadi ketika dua atau lebih denyut gelombang atau gelombang tumpang tindih.

  • 14.6.A.1 Interferensi gelombang adalah interaksi dua atau lebih denyut gelombang atau gelombang.
  • 14.6.A.2 Ketika dua atau lebih denyut gelombang atau gelombang berinteraksi satu sama lain, mereka merambat menembus satu sama lain dan tumpang tindih alih-alih memantul satu sama lain.
  • 14.6.A.3 Ketika dua atau lebih denyut gelombang atau gelombang tumpang tindih, perpindahan yang dihasilkan dapat ditentukan dengan menjumlahkan perpindahan individu. Hal ini disebut superposisi.
  • 14.6.A.4 Interferensi gelombang dapat bersifat konstruktif atau destruktif.
    • 14.6.A.4.i Ketika perpindahan dari denyut gelombang atau gelombang yang bersuperposisi berada dalam arah yang sama, interaksi tersebut disebut interferensi konstruktif.
    • 14.6.A.4.ii Ketika perpindahan dari denyut gelombang atau gelombang yang bersuperposisi berada dalam arah yang berlawanan, interaksi tersebut disebut interferensi destruktif.
    • 14.6.A.4.iii Dua atau lebih denyut gelombang atau gelombang yang merambat dapat berinteraksi sedemikian rupa sehingga menghasilkan variasi amplitudo dalam denyut gelombang atau gelombang hasil.
  • 14.6.A.5 Representasi visual dari denyut gelombang atau gelombang berguna dalam menentukan hasil dari dua denyut gelombang atau gelombang yang berinteraksi.
  • 14.6.A.6 Beat muncul dari penjumlahan dua gelombang dengan frekuensi yang sedikit berbeda.
    • 14.6.A.6.i Gelombang dengan frekuensi yang berbeda terkadang sefasa dan terkadang tidak sefasa di sepanjang lokasi pada gelombang, menyebabkan perubahan amplitudo periodik pada gelombang resultan.
    • 14.6.A.6.ii Frekuensi beat adalah selisih dari frekuensi kedua gelombang tersebut.
      • Persamaan: $\left|f_{\text{beat}}\right| = \left|f_1 - f_2\right|$
    • 14.6.A.6.iii Garpu tala adalah perangkat yang umum digunakan untuk mendemonstrasikan frekuensi beat.

Tujuan Pembelajaran 14.6.B: Jelaskan sifat-sifat gelombang berdiri.

  • 14.6.B.1 Gelombang berdiri dapat timbul dari interferensi antara dua gelombang yang terkurung di suatu daerah dan merambat ke arah berlawanan.
    • 14.6.B.1.i Gelombang berdiri memiliki nodus dan antinodus. Nodus adalah titik pada gelombang berdiri di mana amplitudonya selalu nol. Antinodus adalah titik pada gelombang berdiri di mana amplitudonya selalu maksimum.
    • 14.6.B.1.ii Panjang gelombang yang mungkin terjadi pada gelombang berdiri ditentukan oleh ukuran dan kondisi batas daerah tempat gelombang itu terkurung.
    • 14.6.B.1.iii Daerah umum di mana gelombang berdiri dapat terbentuk meliputi pipa dengan ujung terbuka atau tertutup, serta dawai dengan ujung tetap atau longgar.
  • 14.6.B.2 Gelombang berdiri dengan panjang gelombang terpanjang disebut fundamental atau harmonik pertama. Panjang gelombang terpanjang kedua biasanya disebut harmonik kedua, panjang gelombang terpanjang ketiga disebut harmonik ketiga, dan seterusnya. Namun, untuk gelombang berdiri dengan nodus di satu ujung dan antinodus di ujung lainnya, hanya harmonik ganjil yang dapat terbentuk.
  • 14.6.B.3 Representasi visual dari gelombang berdiri berguna dalam menentukan hubungan antara panjang daerah, panjang gelombang, frekuensi, kecepatan rambat gelombang, dan harmonik.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English
Standing (stationary) waves

When waves overlap they superpose (add). Constructive interference 相长干涉 (crests aligned) gives a bigger wave; destructive interference 相消干涉 (crest on trough) cancels. Two waves travelling opposite ways in a bounded medium form a standing wave 驻波 with fixed nodes 波节 (no motion) and antinodes 波腹 (maximum motion) – the basis of resonance on strings and in pipes.

Worked example. A guitar string $0.65\ \text{m}$ long is fixed at both ends. Its fundamental (first harmonic) fits half a wavelength between the ends, so $\lambda=2L=1.30\ \text{m}$. If waves travel along the string at $260\ \text{m/s}$, the note's frequency is $f=v/\lambda=260/1.30=200\ \text{Hz}$. Shortening the string (a fret) raises the pitch.

When two waves of slightly different frequency overlap, they drift in and out of step, so the combined sound swells loud and soft in a slow throb called beats 拍. The beat frequency 拍频 is simply the difference of the two frequencies:

$$f_{\text{beat}}=|f_1-f_2|.$$
Two tuning forks of $256\ \text{Hz}$ and $260\ \text{Hz}$ sounded together give $|260-256|=4$ beats each second; a musician tunes an instrument by slowing these beats towards zero against a reference note.

Bahasa Indonesia
Gelombang berdiri (diam)

Ketika gelombang tumpang tindih, mereka superposisi (ditambahkan). Interferensi konstruktif (puncak sejajar) menghasilkan gelombang lebih besar; interferensi destruktif (puncak di lembah) saling meniadakan. Dua gelombang merambat berlawanan arah dalam medium terbatas membentuk gelombang berdiri dengan simpul tetap (tanpa gerak) dan perut (gerak maksimum) – dasar resonansi pada senar dan pipa.

Gelombang berdiri terbentuk di mana dua gelombang yang merambat berlawanan arah bertumpuk *Gelombang berdiri terbentuk di mana dua gelombang yang merambat berlawanan arah bertumpuk

Contoh terpecahkan. Senar gitar $0.65\ \text{m}$ panjangnya dikencangkan di kedua ujungnya. Frekuensi fundamental (harmonik pertama) memuat setengah panjang gelombang di antara kedua ujung, sehingga $\lambda=2L=1.30\ \text{m}$. Jika gelombang merambat sepanjang senar pada $260\ \text{m/s}$, frekuensi nada tersebut adalah $f=v/\lambda=260/1.30=200\ \text{Hz}$. Memendekkan senar (melalui fret) menaikkan tinggi nada.

Ketika dua gelombang dengan frekuensi sedikit berbeda bertumpuk, mereka bergeser masuk dan keluar dari kesesuaian fase, sehingga suara gabungan mengeras dan melunak secara perlahan dalam denyutan lambat yang disebut beat. Frekuensi beat hanyalah selisih dari kedua frekuensi tersebut:

$$f_{\text{beat}}=|f_1-f_2|.$$
Dua garpu tala dengan $256\ \text{Hz}$ dan $260\ \text{Hz}$ jika dipetik bersamaan menghasilkan $|260-256|=4$ beat per detik; seorang musisi menyetel instrumen dengan memperlambat beat-beat ini menuju nol terhadap nada referensi.

Explore · ⁨Jelajahi⁩

Set up a standing wave · ⁨Siapkan gelombang berdiri⁩

Two waves travelling opposite ways interfere into a standing wave with fixed nodes and antinodes. Only certain frequencies fit, giving the harmonics. · ⁨Dua gelombang yang merambat berlawanan arah berinterferensi menjadi gelombang berdiri dengan simpul dan perut tetap. Hanya frekuensi tertentu yang muat, menghasilkan harmonik.⁩

Vocabulary · ⁨Kosa kata⁩ Train · ⁨Latih⁩
English Bahasa Indonesia
standing wave/ˈstændɪŋ weɪv/ gelombang diam
nodes/nəʊdz/ nod
antinodes/ˌæntɪˈnəʊdz/ Antinoda
beats/biːts/ detak
beat frequency/biːt ˈfriːkwənsi/ Frekuensi selisih
14.7

Diffraction · ⁨Difraksi⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Learning Objective 14.7.A: Describe the behavior of a wave and the diffraction pattern resulting from a wave passing through a single opening.

  • 14.7.A.1 Diffraction is the spreading of a wave around the edges of an obstacle or through an opening.
  • 14.7.A.2 Diffraction is most pronounced when the size of the opening is comparable to the wavelength of the wave.
  • 14.7.A.3 Diffraction of multiple wavefronts through a single opening leads to observable interference patterns.
  • 14.7.A.4 Diffraction is commonly demonstrated by monochromatic light of wavelength $\lambda$ incident on a narrow opening of width $a$ that is a distance $L$ from a screen.
    • 14.7.A.4.i Constructive and destructive interference of multiple wavefronts originating from the opening will result in bright and dark bands on the screen.
    • 14.7.A.4.ii The amount of interference between two wavefronts depends on the path length difference $\Delta D$ of the wavefronts.
    • 14.7.A.4.iii The path length difference $\Delta D$ can be described in terms of the opening width $a$ and the angle $\theta$ between the direction of propagation of the wavefront and the normal to the opening by the equation $\Delta D = a\sin\theta$.
    • 14.7.A.4.iv For small angles, where $\theta < 10°$, the small angle approximation can be used to relate $\lambda$, $a$, and $L$ to $y_{\min}$, the distance from the middle of the central bright fringe to the $m^{\text{th}}$ order of minimum brightness on the screen.
      • Equation: $a\left(\dfrac{y_{\min}}{L}\right) \approx m\lambda$
  • 14.7.A.5 The diffraction pattern produced by a wave passing through an opening depends on the shape of the opening.
  • 14.7.A.6 Visual representations of single-slit diffraction patterns are useful in determining the physical properties of the slit and the interacting waves.
Bahasa Indonesia

Tujuan Pembelajaran 14.7.A: Jelaskan perilaku gelombang dan pola difraksi yang dihasilkan dari gelombang yang melewati satu celah tunggal.

  • 14.7.A.1 Difraksi adalah penyebaran gelombang di sekitar tepi penghalang atau melalui sebuah celah.
  • 14.7.A.2 Difraksi paling nyata ketika ukuran celah sebanding dengan panjang gelombang gelombang tersebut.
  • 14.7.A.3 Difraksi beberapa muka gelombang melalui satu celah tunggal menghasilkan pola interferensi yang dapat diamati.
  • 14.7.A.4 Difraksi sering didemonstrasikan oleh cahaya monokromatik dengan panjang gelombang $\lambda$ yang mengenai celah sempit dengan lebar $a$ yang berjarak $L$ dari layar.
    • 14.7.A.4.i Interferensi konstruktif dan destruktif dari beberapa muka gelombang yang berasal dari celah akan menghasilkan pita terang dan gelap pada layar.
    • 14.7.A.4.ii Besarnya interferensi antara dua muka gelombang bergantung pada perbedaan panjang lintasan $\Delta D$ dari muka gelombang tersebut.
    • 14.7.A.4.iii Perbedaan panjang lintasan $\Delta D$ dapat dijelaskan dalam hal lebar celah $a$ dan sudut $\theta$ antara arah perambatan muka gelombang dan normal terhadap celah menggunakan persamaan $\Delta D = a\sin\theta$.
    • 14.7.A.4.iv Untuk sudut kecil, di mana $\theta < 10°$, pendekatan sudut kecil dapat digunakan untuk menghubungkan $\lambda$, $a$, dan $L$ dengan $y_{\min}$, jarak dari tengah pita terang sentral ke orde $m^{\text{th}}$ kecerahan minimum pada layar.
      • Persamaan: $a\left(\dfrac{y_{\min}}{L}\right) \approx m\lambda$
  • 14.7.A.5 Pola difraksi yang dihasilkan oleh gelombang yang melewati celah bergantung pada bentuk celah tersebut.
  • 14.7.A.6 Representasi visual dari pola difraksi celah tunggal berguna dalam menentukan sifat fisik celah dan gelombang yang berinteraksi.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

Diffraction 衍射 is the bending and spreading of waves around edges or through openings. The spreading is significant when the opening is comparable to the wavelength – so sound (long wavelength) bends around doorways easily, while light (tiny wavelength) needs a very narrow slit.

Bahasa Indonesia

Difraksi adalah pembelokan dan penyebaran gelombang di sekitar tepi atau melalui celah. Penyebaran menjadi signifikan ketika ukuran celah sebanding dengan panjang gelombang – sehingga suara (panjang gelombang panjang) mudah membelok di sekitar pintu, sedangkan cahaya (panjang gelombang sangat kecil) memerlukan celah yang sangat sempit.

Gelombang menyebar (difraksi) saat melewati celah
Gelombang menyebar (terdifraksi) saat melewati celah
Vocabulary · ⁨Kosa kata⁩ Train · ⁨Latih⁩
English Bahasa Indonesia
Diffraction/dɪˈfrækʃn/ Difraksi
Coherent/kəʊˈhɪərənt/ Koheren
diffraction grating/dɪˈfrækʃn ˈɡreɪtɪŋ/ kisi difraksi
thin film/θɪn fɪlm/ Film tipis
antireflection coating/ˌæntɪrɪˈflekʃn ˈkəʊtɪŋ/ Lapisan anti-pantulan
14.8

Double-Slit Interference and Diffraction Gratings · ⁨Interferensi Celah Ganda dan Kisi Difraksi⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Learning Objective 14.8.A: Describe the behavior of a wave and the diffraction pattern resulting from the wave passing through multiple openings.

  • 14.8.A.1 The pattern resulting from monochromatic light of wavelength $\lambda$ incident on two slits a distance $d$ apart is caused by a combination of wave diffraction and wave interference.
    • 14.8.A.1.i When only considering wave interference, a double slit creates a pattern of uniformly spaced maxima.
    • 14.8.A.1.ii Constructive and destructive interference of the wavefronts originating from each slit will result in bright and dark bands on the screen.
    • 14.8.A.1.iii The amount of interference between two wavefronts depends on the path length difference $\Delta D$ of the wavefronts.
    • 14.8.A.1.iv The path length difference $\Delta D$ can be described in terms of the slit separation $d$ and the angle $\theta$ between the direction of propagation of the wavefront and the normal to the opening by the equation $\Delta D = d\sin\theta$.
    • 14.8.A.1.v For small angles, where $\theta < 10°$, the small angle approximation can be used to relate $\lambda$, $d$, and $L$ to $y_{\max}$, the distance from the middle of the central bright fringe to the $m^{\text{th}}$ order of maximum brightness on the screen.
      • Equation: $d\left(\dfrac{y_{\max}}{L}\right) \approx m\lambda$
    • 14.8.A.1.vi When considering wave interference and wave diffraction, a double slit creates an interference pattern of maxima and minima superimposed within the envelope created by single-slit diffraction.
  • 14.8.A.2 Interference patterns produced by light interacting with a double slit indicate that light has wave properties. The source of this discovery was Young's double-slit experiment.
  • 14.8.A.3 Visual representations of double-slit diffraction patterns are useful in determining the physical properties of the slits and the interacting waves.
  • 14.8.A.4 A diffraction grating is a collection of evenly spaced parallel slits or openings that produce an interference pattern that is the combination of numerous diffraction patterns superimposed on each other.
  • 14.8.A.5 When white light is incident on a diffraction grating, the center maximum is white and the higher-order maxima disperse white light into a rainbow of colors, with the longest-wavelength light (red) appearing farthest from the central maximum.
Bahasa Indonesia

Tujuan Pembelajaran 14.8.A: Jelaskan perilaku gelombang dan pola difraksi yang dihasilkan dari gelombang yang melewati banyak celah.

  • 14.8.A.1 Pola yang dihasilkan dari cahaya monokromatik dengan panjang gelombang $\lambda$ yang mengenai dua celah berjarak $d$ disebabkan oleh kombinasi difraksi gelombang dan interferensi gelombang.
    • 14.8.A.1.i Ketika hanya mempertimbangkan interferensi gelombang, celah ganda menciptakan pola maksimum dengan jarak yang seragam.
    • 14.8.A.1.ii Interferensi konstruktif dan destruktif dari muka gelombang yang berasal dari setiap celah akan menghasilkan pita terang dan gelap pada layar.
    • 14.8.A.1.iii Besarnya interferensi antara dua muka gelombang bergantung pada perbedaan panjang lintasan $\Delta D$ dari muka gelombang tersebut.
    • 14.8.A.1.iv Perbedaan panjang lintasan $\Delta D$ dapat dijelaskan dalam hal pemisahan celah $d$ dan sudut $\theta$ antara arah perambatan muka gelombang dan normal terhadap celah menggunakan persamaan $\Delta D = d\sin\theta$.
    • 14.8.A.1.v Untuk sudut kecil, di mana $\theta < 10°$, pendekatan sudut kecil dapat digunakan untuk menghubungkan $\lambda$, $d$, dan $L$ dengan $y_{\max}$, jarak dari tengah pita terang sentral ke orde $m^{\text{th}}$ kecerahan maksimum pada layar.
      • Persamaan: $d\left(\dfrac{y_{\max}}{L}\right) \approx m\lambda$
    • 14.8.A.1.vi Saat mempertimbangkan interferensi gelombang dan difraksi gelombang, celah ganda menciptakan pola interferensi maksimum dan minimum yang tersusun di dalam amplop yang diciptakan oleh difraksi celah tunggal.
  • 14.8.A.2 Pola interferensi yang dihasilkan oleh cahaya yang berinteraksi dengan celah ganda menunjukkan bahwa cahaya memiliki sifat gelombang. Sumber penemuan ini adalah eksperimen celah ganda Young.
  • 14.8.A.3 Representasi visual dari pola difraksi celah ganda berguna dalam menentukan sifat fisik celah dan gelombang yang berinteraksi.
  • 14.8.A.4 Kisi difraksi adalah kumpulan celah atau bukaan sejajar yang teratur yang menghasilkan pola interferensi yang merupakan kombinasi dari banyak pola difraksi yang saling menumpuk.
  • 14.8.A.5 Ketika cahaya putih jatuh pada kisi difraksi, maksimum pusatnya berwarna putih dan maksimum orde lebih tinggi menyebarkan cahaya putih menjadi pelangi warna, dengan cahaya berpanjang gelombang terpanjang (merah) muncul paling jauh dari maksimum pusat.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English
Two-source interference

Coherent 相干 light through two closely spaced slits produces a pattern of bright and dark fringes. Bright fringes occur where the path difference is a whole number of wavelengths:

$$d\sin\theta=m\lambda.$$
A diffraction grating 衍射光栅 has many slits, giving sharp, widely spaced bright lines – useful for separating light into its wavelengths.

Worked example. Light of wavelength $600\ \text{nm}$ passes through two slits $0.20\ \text{mm}$ apart. The first bright fringe ($m=1$) sits at

$$\sin\theta=\frac{m\lambda}{d}=\frac{1\times600\times10^{-9}}{0.20\times10^{-3}}=3.0\times10^{-3}\;\Rightarrow\;\theta=0.17^{\circ}.$$
The tiny angle is why the slits must be very close together and the screen far away to see the fringes clearly.

Bahasa Indonesia
Interferensi sumber ganda

Cahaya koheren melalui dua celah yang berdekatan menghasilkan pola garis terang dan gelap. Garis terang terjadi di mana beda lintasan merupakan kelipatan bulat dari panjang gelombang:

$$d\sin\theta=m\lambda.$$
Sebuah kisi difraksi memiliki banyak celah, memberikan garis terang yang tajam dan berjauhan – berguna untuk memisahkan cahaya ke dalam panjang gelombangnya.

Celah ganda Young menghasilkan pola interferensi garis terang dan gelap
Celah ganda Young menghasilkan pola interferensi garis terang dan gelap

Contoh terpecahkan. Cahaya dengan panjang gelombang $600\ \text{nm}$ melewati dua celah $0.20\ \text{mm}$ jaraknya. Garis terang pertama ($m=1$) terletak pada

$$\sin\theta=\frac{m\lambda}{d}=\frac{1\times600\times10^{-9}}{0.20\times10^{-3}}=3.0\times10^{-3}\;\Rightarrow\;\theta=0.17^{\circ}.$$
Sudut yang sangat kecil inilah sebabnya celah harus sangat berdekatan dan layar jauh agar garis-garis terlihat jelas.

Warna pelangi yang dipantulkan dari permukaan CD *Lintasan halus pada CD bertindak sebagai kisi difraksi, memecah cahaya putih menjadi spektrum

Explore · ⁨Jelajahi⁩

Superpose two waves · ⁨Superposisi dua gelombang⁩

Where two waves arrive in phase they add (bright fringe); out of phase they cancel (dark fringe). That interference makes the double-slit pattern. · ⁨Di mana dua gelombang tiba sefasa, mereka berjumlah (garis terang); tidak sefasa mereka saling meniadakan (garis gelap). Interferensi inilah yang membentuk pola celah ganda.⁩

14.9

Thin-Film Interference · ⁨Interferensi Lapisan Tipis⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Learning Objective 14.9.A: Describe the behavior of light that interacts with a thin film.

  • 14.9.A.1 When light travels from one medium to another, some of the light is transmitted, some is reflected, and some is absorbed.
  • 14.9.A.2 The phase change of a reflected ray depends on the relative indices of refraction of the materials with which the ray interacts.
    • 14.9.A.2.i A phase change of 180 degrees occurs when a light ray is reflected from a medium with a greater index of refraction than the medium through which the ray is traveling.
    • 14.9.A.2.ii No phase change occurs when a light ray is reflected from a medium with a lower index of refraction than the medium through which the ray is traveling.
  • 14.9.A.3 The phase of a wave does not change when it is refracted as it passes from one medium into another.
  • 14.9.A.4 Thin-film interference occurs when light interacts with a medium whose thickness is comparable to the light's wavelength.
    • 14.9.A.4.i The interactions between the initial reflected light and the light exiting the thin film after being reflected from the second interface exhibit wave interference behavior, resulting in a single wave that is the sum of the two interacting waves.
    • 14.9.A.4.ii The amount of constructive or destructive interference between the two reflected waves depends on the relationship between the thickness of the film, the wavelength of light, any phase shifts, and the angle at which the incident light strikes the film.
  • 14.9.A.5 Practical examples of thin-film interference include the color variations seen in soap bubbles and oil films, as well as antireflection coatings.
    • 14.9.A.5.i The spectrum of colors observed in oil films and soap bubbles arises from differences in the thickness of the film.
    • 14.9.A.5.ii Antireflection coatings eliminate reflected light by applying the relationships between indices of refraction, phase shift, and wave interference to create destructive interference of the light reflected from the two surfaces of the coating.
    • 14.9.A.5.iii The simplest antireflection coating has a thickness equal to one-quarter of the wavelength of the light in the coating, and the index of refraction of the coating is greater than that of air and less than that of the surface upon which the coating is applied. This assumes incident light is normal to the surface.

Boundary statement: Quantitative analysis of thin-film interference is limited to waves that are normal to the incident surface.

Bahasa Indonesia

Tujuan Pembelajaran 14.9.A: Jelaskan perilaku cahaya yang berinteraksi dengan lapisan tipis.

  • 14.9.A.1 Ketika cahaya merambat dari satu medium ke medium lain, sebagian cahaya diteruskan, sebagian dipantulkan, dan sebagian diserap.
  • 14.9.A.2 Perubahan fasa sinar pantul bergantung pada indeks bias relatif bahan dengan mana sinar tersebut berinteraksi.
    • 14.9.A.2.i Perubahan fasa sebesar 180 derajat terjadi ketika sinar cahaya dipantulkan dari medium dengan indeks bias yang lebih besar daripada medium tempat sinar tersebut merambat.
    • 14.9.A.2.ii Tidak ada perubahan fasa yang terjadi ketika sinar cahaya dipantulkan dari medium dengan indeks bias yang lebih rendah daripada medium tempat sinar tersebut merambat.
  • 14.9.A.3 Fasa gelombang tidak berubah ketika mengalami pembiasan saat berpindah dari satu medium ke medium lain.
  • 14.9.A.4 Interferensi lapisan tipis terjadi ketika cahaya berinteraksi dengan medium yang ketebalannya sebanding dengan panjang gelombang cahayanya.
    • 14.9.A.4.i Interaksi antara cahaya pantul awal dan cahaya yang keluar dari lapisan tipis setelah dipantulkan dari antarmuka kedua menunjukkan perilaku interferensi gelombang, menghasilkan satu gelombang yang merupakan jumlah dari dua gelombang yang berinteraksi.
    • 14.9.A.4.ii Besarnya interferensi konstruktif atau destruktif antara dua gelombang pantul bergantung pada hubungan antara ketebalan lapisan, panjang gelombang cahaya, pergeseran fasa apa pun, dan sudut di mana cahaya datang mengenai lapisan.
  • 14.9.A.5 Contoh praktis interferensi lapisan tipis meliputi variasi warna yang terlihat pada gelembung sabun dan lapisan minyak, serta lapisan anti-pantulan.
    • 14.9.A.5.i Spektrum warna yang diamati pada lapisan minyak dan gelembung sabun timbul dari perbedaan ketebalan lapisan.
    • 14.9.A.5.ii Lapisan anti-pantulan menghilangkan cahaya pantul dengan menerapkan hubungan antara indeks bias, pergeseran fasa, dan interferensi gelombang untuk menciptakan interferensi destruktif cahaya yang dipantulkan dari dua permukaan lapisan.
    • 14.9.A.5.iii Lapisan anti-pantulan paling sederhana memiliki ketebalan sama dengan seperempat dari panjang gelombang cahaya dalam lapisan tersebut, dan indeks bias lapisan lebih besar daripada udara dan lebih kecil daripada permukaan tempat lapisan diterapkan. Ini mengasumsikan cahaya datang tegak lurus terhadap permukaan.

Pernyataan Batasan: Analisis kuantitatif interferensi lapisan tipis terbatas pada gelombang yang tegak lurus terhadap permukaan datang.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

Light reflecting off the top and bottom of a thin film 薄膜 (soap bubble, oil slick) interferes with itself. Depending on the film's thickness and a possible half-wavelength phase flip on reflection off a denser medium, particular wavelengths interfere constructively – producing the shifting colours you see.

The same physics is put to work in an antireflection coating 增透膜 on camera lenses, glasses, and solar cells: a thin transparent layer whose two reflected waves interfere destructively, so almost no light reflects and more is transmitted. The simplest coating is one quarter of a wavelength thick (measured in the coating), and its refractive index sits between that of air and the glass beneath, so the reflected light cancels itself out.

Bahasa Indonesia

Cahaya yang dipantulkan dari bagian atas dan bawah lapisan tipis (gelembung sabun, noda minyak) mengalami interferensi dengan dirinya sendiri. Bergantung pada ketebalan lapisan dan kemungkinan pembalikan fase setengah panjang gelombang saat pantulan dari medium yang lebih padat, panjang gelombang tertentu mengalami interferensi konstruktif – menghasilkan warna-warna berubah-ubah yang Anda lihat.

Fisika yang sama diterapkan dalam lapisan anti-pantulan pada lensa kamera, kacamata, dan sel surya: lapisan transparan tipis yang dua gelombangnya mengalami interferensi destruktif, sehingga hampir tidak ada cahaya yang dipantulkan dan lebih banyak ditransmisikan. Lapisan paling sederhana memiliki ketebalan seperempat panjang gelombang (diukur di dalam lapisan), dan indeks biasnya berada di antara indeks bias udara dan kaca di bawahnya, sehingga cahaya yang dipantulkan saling meniadakan.

14.9

Exam tips · ⁨Tips ujian⁩

English
  • Use $v=f\lambda$; the source sets the frequency, and when a wave enters a new medium the frequency stays fixed while the speed and wavelength change.
  • Distinguish transverse (vibration perpendicular, can be polarised) from longitudinal (vibration along the travel, e.g. sound).
  • Constructive interference needs a path difference of a whole number of wavelengths; destructive needs a half-odd number.
  • On a string fixed at both ends the fundamental fits half a wavelength ($\lambda=2L$).
  • Diffraction is significant only when the gap is comparable to the wavelength — sound bends round doorways, light needs a very narrow slit.
  • Beats: two waves of slightly different frequency throb at $f_{\text{beat}}=|f_1-f_2|$ (e.g. two tuning forks; tuning to zero beats).
  • An antireflection coating is a quarter-wavelength-thick layer (index between air and glass) whose two reflections cancel, cutting the reflected light.
Bahasa Indonesia
  • Gunakan $v=f\lambda$; sumber menetapkan frekuensi, dan ketika gelombang memasuki medium baru, frekuensinya tetap konstan sementara kecepatan dan panjang gelombang berubah.
  • Bedakan transversal (getaran tegak lurus, dapat terpolarisasi) dari longitudinal (getaran sepanjang rambat, mis. suara).
  • Interferensi konstruktif membutuhkan beda lintasan berupa kelipatan bulat panjang gelombang; interferensi destruktif membutuhkan bilangan ganjil setengah.
  • Pada senar yang dikencangkan di kedua ujung, fundamental memuat setengah panjang gelombang ($\lambda=2L$).
  • Difraksi hanya signifikan ketika celah sebanding dengan panjang gelombang — suara membelok di sekitar pintu, cahaya memerlukan celah yang sangat sempit.
  • Beat: dua gelombang dengan frekuensi sedikit berbeda berdenyut pada $f_{\text{beat}}=|f_1-f_2|$ (mis. dua garpu tala; penyetelan hingga nol beat).
  • Lapisan anti-pantulan adalah lapisan setebal seperempat panjang gelombang (indeks antara udara dan kaca) yang dua pantulannya saling meniadakan, mengurangi cahaya yang dipantulkan.

Interactive lessons on this topic · ⁨Pelajaran interaktif untuk topik ini⁩

Work through it step by step, with instant-check exercises. · ⁨Kerjakan langkah demi langkah, dengan latihan pengecekan instan.⁩

Past Papers · ⁨Soal-Soil Masa Lalu⁩

More topics in AP Physics 2 · ⁨AP Fisika 2⁩ · ⁨Topik lain dalam AP Physics 2 · ⁨AP Fisika 2⁩⁩

Log in or create account · ⁨Masuk atau buat akun⁩

IGCSE, A-Level & AP