Skip to content · ⁨Lompat ke konten⁩

Short Fiction II · ⁨Fiksi Pendek II⁩

AP English Literature and Composition · ⁨AP Sastra Inggris dan Komposisi⁩ · Topic 4 · ⁨Topik 4⁩

Video lesson for this topic · ⁨Pelajaran video untuk topik ini⁩ Open the video page · ⁨Buka halaman video⁩
10:46

Unit 4: Short Fiction II

Unit 4 kembali ke fiksi pendek dengan alat bantu yang jauh lebih lengkap, dan dua penambahan terbesarnya adalah jarak naratif dan gagasan bahwa pilihan-pilihan mengungkap nilai-nilai.…

English narration · English + 中文 subtitles burned in · ⁨Narasi bahasa Inggris · Subtitle bahasa Inggris + 中文 disematkan langsung⁩

4.1

What Textual Details Reveal About a Character · ⁨Apa Rincian Teks Ungkapkan Tentang Seorang Karakter⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (CHR-1): Characters in literature allow readers to study and explore a range of values, beliefs, assumptions, biases, and cultural norms represented by those characters.

Learning Objective 1.A: Identify and describe what specific textual details reveal about a character, that character’s perspective, and that character’s motives.

  • CHR-1.O The significance of characters is often revealed through their agency and through nuanced descriptions.
  • CHR-1.P Characters’ choices—in speech, action, and inaction— reveal what they value.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (CHR-1): Karakter dalam sastra memungkinkan pembaca mempelajari dan mengeksplorasi berbagai nilai, keyakinan, asumsi, bias, dan norma budaya yang diwakili oleh karakter-karakter tersebut.

Tujuan Pembelajaran 1.A: Identifikasi dan deskripsikan detail teks spesifik apa yang mengungkapkan tentang sebuah karakter, perspektif karakter tersebut, dan motif karakter tersebut.

  • CHR-1.O Signifikansi tokoh sering diungkapkan melalui agensi mereka dan melalui deskripsi yang halus.
  • CHR-1.P Pilihan tokoh—dalam ucapan, tindakan, dan ketiadaan tindakan—mengungkap apa yang mereka hargai.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

Unit 4 returns to short fiction with a much larger toolkit. Its two most valuable additions are narrative distance and the idea that choices reveal values.

  • The significance of characters is often revealed through their agency 能动性 and through nuanced descriptions.
  • Characters' choices - in speech, action, and inaction - reveal what they value.

That second statement is the most practical sentence in the whole course for essay-writing. Whenever you need a claim about a character, look at a choice and ask what it must be true for that choice to have made sense to them.

Bahasa Indonesia

Unit 4 kembali ke fiksi pendek dengan paket alat yang jauh lebih besar. Dua penambahan paling bernilainya adalah jarak naratif dan gagasan bahwa pilihan mengungkap nilai-nilai.

  • Signifikansi tokoh sering kali diungkapkan melalui agenitas mereka dan melalui deskripsi yang halus.
  • Pilihan tokoh - dalam ucapan, tindakan, dan ketidakaktifan - mengungkap apa yang mereka hargai.

Pernyataan kedua adalah kalimat paling praktis dalam seluruh kursus untuk penulisan esai. Setiap kali Anda memerlukan klaim tentang seorang tokoh, lihatlah sebuah pilihan dan tanyakan apa yang harus benar agar pilihan itu masuk akal bagi mereka.

4.2

The Function of Contrasting Characters · ⁨Fungsi Tokoh Kontras⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (CHR-1): Characters in literature allow readers to study and explore a range of values, beliefs, assumptions, biases, and cultural norms represented by those characters.

Learning Objective 1.C: Explain the function of contrasting characters.

  • CHR-1.Q The main character in a narrative is the protagonist; the antagonist in the narrative opposes the protagonist and may be another character, the internal conflicts of the protagonist, a collective (such as society), or nature.
  • CHR-1.R Protagonists and antagonists may represent contrasting values.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (CHR-1): Karakter dalam sastra memungkinkan pembaca mempelajari dan mengeksplorasi berbagai nilai, keyakinan, asumsi, bias, dan norma budaya yang diwakili oleh karakter-karakter tersebut.

Tujuan Pembelajaran 1.C: Jelaskan fungsi karakter kontras.

  • CHR-1.Q Tokoh utama dalam sebuah narasi adalah protagonis; antagonis dalam narasi menentang protagonis dan bisa berupa tokoh lain, konflik internal protagonis, kolektif (seperti masyarakat), atau alam.
  • CHR-1.R Protagonis dan antagonis dapat mewakili nilai-nilai yang kontras.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English
  • The main character is the protagonist 主人公; the antagonist 对立者 opposes them.
  • Protagonists and antagonists may represent contrasting values.

The word may is doing careful work. An antagonist is not necessarily a villain; the strongest antagonists hold a value the reader can also recognise as good, which is why the conflict is a conflict rather than a rout.

Bahasa Indonesia
  • Tokoh utama adalah protagonis; antagonis menentang mereka.
  • Protagonis dan antagonis dapat mewakili nilai yang bertentangan.

Kata may melakukan pekerjaan yang cermat. Seorang antagonis tidak selalu jahat; antagonis terkuat memegang nilai yang bisa juga dikenali pembaca sebagai baik, sehingga konflik menjadi sebuah konflik sejati alih-alih sekadar kehancuran.

Kontras tidak mengungkapkan apa-apa tanpa bagian bersama - sebutkan nama itu terlebih dahulu
4.3

Nuances in Characters' Relationships · ⁨Nuansa dalam Hubungan Tokoh⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (CHR-1): Characters in literature allow readers to study and explore a range of values, beliefs, assumptions, biases, and cultural norms represented by those characters.

Learning Objective 1.D: Describe how textual details reveal nuances and complexities in characters’ relationships with one another.

  • CHR-1.S Conflict among characters often arises from tensions generated by their different value systems.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (CHR-1): Karakter dalam sastra memungkinkan pembaca mempelajari dan mengeksplorasi berbagai nilai, keyakinan, asumsi, bias, dan norma budaya yang diwakili oleh karakter-karakter tersebut.

Tujuan Pembelajaran 1.D: Jelaskan bagaimana detail tekstual mengungkap nuansa dan kompleksitas dalam hubungan tokoh satu sama lain.

  • CHR-1.S Konflik antar tokoh sering muncul dari ketegangan yang dihasilkan oleh sistem nilai yang berbeda.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

Conflict among characters often arises from tensions generated by their different value systems.

This is Unit 3's definition applied to relationships. Two characters in a long-running disagreement usually disagree about something prior to the argument they are having.

Bahasa Indonesia

Konflik antar tokoh sering muncul dari ketegangan yang dihasilkan oleh sistem nilai mereka yang berbeda.

Ini adalah definisi Unit 3 yang diterapkan pada hubungan. Dua tokoh yang sedang bertengkar berkepanjangan biasanya memiliki perbedaan pendapat mengenai sesuatu sebelum argumen yang sedang mereka hadapi.

4.4

The Function of Setting in a Narrative · ⁨Fungsi Pengaturan Latar dalam Narasi⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (SET-1): Setting and the details associated with it not only depict a time and place, but also convey values associated with that setting.

Learning Objective 2.B: Explain the function of setting in a narrative.

  • SET-1.C A setting may help establish the mood and atmosphere of a narrative.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (SET-1): Latar dan detail yang terkait dengannya tidak hanya menggambarkan waktu dan tempat, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai yang terkait dengan latar tersebut.

Tujuan Pembelajaran 2.B: Jelaskan fungsi latar dalam sebuah narasi.

  • SET-1.C Latar dapat membantu menetapkan suasana dan atmosfer sebuah narasi.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

A setting may help establish the mood and atmosphere of a narrative.

Mood is the reader's feeling; atmosphere is the quality the text creates around events. Both are produced by selection - which details of a place the text mentions, and which it does not.

Bahasa Indonesia

Pengaturan latar dapat membantu menciptakan suasana dan atmosfer dalam sebuah narasi.

Suasana (mood) adalah perasaan pembaca; atmosfer adalah kualitas yang diciptakan teks di sekitar peristiwa. Keduanya dihasilkan melalui pemilihan—detail mana dari suatu tempat yang disebutkan teks, dan detail mana yang tidak.

Pengaturan latar menjalankan empat fungsi, dan baris bawah bekerja untuk plot
Explore · ⁨Jelajahi⁩

Sort each setting into the job it is doing · ⁨Urutkan setiap latar belakang ke dalam tugas yang dilakukannya⁩

The bottom two do plot work: a setting that constrains or opposes a character is not scenery. · ⁨Dua bawah melakukan pekerjaan plot: latar belakang yang membatasi atau menentang karakter bukan sekadar pemandangan.⁩

4.5

The Relationship Between Character and Setting · ⁨Hubungan Antara Tokoh dan Pengaturan Latar⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (SET-1): Setting and the details associated with it not only depict a time and place, but also convey values associated with that setting.

Learning Objective 2.C: Describe the relationship between a character and a setting.

  • SET-1.D The environment a character inhabits provides information about that character.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (SET-1): Latar dan detail yang terkait dengannya tidak hanya menggambarkan waktu dan tempat, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai yang terkait dengan latar tersebut.

Tujuan Pembelajaran 2.C: Jelaskan hubungan antara tokoh dan latar.

  • SET-1.D Lingkungan yang dihuni seorang tokoh memberikan informasi tentang tokoh tersebut.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

The environment a character inhabits provides information about that character.

This is a second route into character that avoids the trap of psychologising. A room described through its neglect, its order, or its borrowed furniture tells you about the person who lives there, and it is textual evidence rather than speculation.

Bahasa Indonesia

Lingkungan yang dihuni seorang tokoh memberikan informasi tentang tokoh tersebut.

Ini adalah jalur kedua untuk memahami tokoh yang menghindari jebakan psikologisasi. Sebuah ruangan yang digambarkan melalui kelalaian, keteraturannya, atau furnitur yang dipinjam memberi tahu Anda tentang orang yang tinggal di sana, dan ini merupakan bukti tekstual alih-alih spekulasi.

4.6

How Plot Orders Events · ⁨Bagaimana Plot Mengurutkan Peristiwa⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (STR-1): The arrangement of the parts and sections of a text, the relationship of the parts to each other, and the sequence in which the text reveals information are all structural choices made by a writer that contribute to the reader’s interpretation of a text.

Learning Objective 3.A: Identify and describe how plot orders events in a narrative.

  • STR-1.R Some patterns in dramatic situations are so common that they are considered archetypes, and these archetypes create certain expectations for how the dramatic situations will progress and be resolved. Note: For the exam, students are not expected to identify or label archetypes.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (STR-1): Pengaturan bagian-bagian dan segmen-segmen teks, hubungan bagian-bagian satu sama lain, dan urutan di mana teks mengungkapkan informasi adalah semua pilihan struktural yang dibuat penulis yang berkontribusi pada interpretasi pembaca terhadap teks.

Tujuan Pembelajaran 3.A: Identifikasi dan deskripsikan bagaimana plot mengurutkan peristiwa dalam naratif.

  • STR-1.R Beberapa pola dalam situasi dramatis begitu umum sehingga dianggap sebagai arketipe, dan arketipe ini menciptakan ekspektasi tertentu tentang bagaimana situasi dramatis akan berkembang dan diselesaikan. Catatan: Untuk ujian, siswa tidak diharapkan untuk mengidentifikasi atau melabeli arketipe.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

Some patterns in dramatic situations are so common that they are considered archetypes 原型, and these archetypes carry associations readers bring with them.

Use archetypes carefully: recognising one is a starting point, and the interesting analysis is almost always where a text departs from the pattern it invoked.

Bahasa Indonesia

Beberapa pola dalam situasi dramatis begitu umum sehingga dianggap sebagai arsetipe 原型, dan arsetipe-arsetipe ini membawa asosiasi yang dibawa pembaca.

Gunakan arsetipe dengan hati-hati: mengenali satu arsetipe adalah titik awal, dan analisis yang menarik hampir selalu berada di mana teks menyimpang dari pola yang ia ajukan.

4.7

The Function of Contrasts Within a Text · ⁨Fungsi Kontras Dalam Teks⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (STR-1): The arrangement of the parts and sections of a text, the relationship of the parts to each other, and the sequence in which the text reveals information are all structural choices made by a writer that contribute to the reader’s interpretation of a text.

Learning Objective 3.D: Explain the function of contrasts within a text.

  • STR-1.S The differences highlighted by a contrast emphasize the particular traits, aspects, or characteristics important for comparison of the things being contrasted.
  • STR-1.T Contrasts often represent conflicts in values related to character, narrator, or speaker perspectives on ideas represented by a text.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (STR-1): Pengaturan bagian-bagian dan segmen-segmen teks, hubungan bagian-bagian satu sama lain, dan urutan di mana teks mengungkapkan informasi adalah semua pilihan struktural yang dibuat penulis yang berkontribusi pada interpretasi pembaca terhadap teks.

Tujuan Pembelajaran 3.D: Menjelaskan fungsi kontras dalam sebuah teks.

  • STR-1.S Perbedaan yang disoroti oleh sebuah kontras menekankan sifat-sifat, aspek, atau karakteristik tertentu yang penting untuk perbandingan objek yang dikontraskan.
  • STR-1.T Kontras sering kali mewakili konflik nilai terkait perspektif tokoh, narator, atau pembicara terhadap gagasan-gagasan yang diwakili oleh sebuah teks.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English
  • The differences highlighted by a contrast emphasise particular traits or characteristics in the things contrasted.
  • Contrasts often represent conflicts in values related to character, narrator, or speaker perspectives.
Bahasa Indonesia
  • Perbedaan yang disoroti oleh kontras menekankan sifat atau karakteristik tertentu pada hal-hal yang dikontraskan.
  • Kontras sering kali mewakili konflik nilai terkait perspektif tokoh, narrator, atau pembicara.
4.8

Identifying the Narrator or Speaker · ⁨Mengidentifikasi Narator atau Pembicara⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (NAR-1): A narrator’s or speaker’s perspective controls the details and emphases that affect how readers experience and interpret a text.

Learning Objective 4.A: Identify and describe the narrator or speaker of a text.

  • NAR-1.J Narrators may function as characters in the narrative who directly address readers and either recall events or describe them as they occur.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (NAR-1): Perspektif narator atau pembicara mengendalikan detail dan penekanan yang mempengaruhi bagaimana pembaca mengalami dan menginterpretasikan teks.

Tujuan Pembelajaran 4.A: Identifikasi dan deskripsikan narator atau pembicara dari sebuah teks.

  • NAR-1.J Narator dapat berfungsi sebagai tokoh dalam narasi yang langsung menyapa pembaca dan baik mengingat peristiwa maupun mendeskripsikannya saat terjadi.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

Narrators may function as characters who directly address readers, and who either recall events or relate them as they occur.

That distinction - recalling versus relating as they occur - is the first axis of narrative distance below.

Bahasa Indonesia

Pencerita dapat berfungsi sebagai tokoh yang langsung menyapa pembaca, dan yang baik mengingat peristiwa atau mengatakannya sebagaimana terjadi.

Pembedaan itu - mengingat versus mengisahkan sebagaimana terjadi - adalah sumbu pertama dari jarak naratif di bawah ini.

4.9

The Function of Point of View · ⁨Fungsi Sudut Pandang⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (NAR-1): A narrator’s or speaker’s perspective controls the details and emphases that affect how readers experience and interpret a text.

Learning Objective 4.B: Identify and explain the function of point of view in a narrative.

  • NAR-1.K Narrative distance refers to the physical distance, chronological distance, relationships, or emotional investment of the narrator to the events or characters of the narrative.
  • NAR-1.L Stream of consciousness is a type of narration in which a character’s thoughts are related through a continuous dialogue or description.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (NAR-1): Perspektif narator atau pembicara mengendalikan detail dan penekanan yang mempengaruhi bagaimana pembaca mengalami dan menginterpretasikan teks.

Tujuan Pembelajaran 4.B: Mengidentifikasi dan menjelaskan fungsi sudut pandang dalam sebuah narasi.

  • NAR-1.K Jarak naratif merujuk pada jarak fisik, jarak kronologis, hubungan, atau investasi emosional narator terhadap peristiwa atau tokoh dalam narasi.
  • NAR-1.L Aliran kesadaran adalah jenis narasi di mana pikiran seorang tokoh disampaikan melalui dialog berkelanjutan atau deskripsi.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English
  • Narrative distance 叙述距离 refers to the physical distance, chronological distance, relationships, or emotional distance between the narrator and the events or characters.
  • Stream of consciousness 意识流 is narration in which a character's thoughts are related through a continuous flow, often with little conventional ordering.

Narrative distance is the most powerful and least-used tool in this course. A narrator recounting their childhood forty years later is chronologically distant, and that distance supplies irony the child could not have had. Reduce the distance - a narrator relating events as they occur - and the irony vanishes, replaced by immediacy and unreliability.

Bahasa Indonesia
Empat jarak antara pencerita dan peristiwa - dan setiap satu adalah pilihan
Posisi seorang pencerita bukan satu fakta melainkan empat, dan salah satunya dapat menjadi analisis
  • Jarak naratif 叙述距离 merujuk pada jarak fisik, jarak kronologis, hubungan, atau jarak emosional antara pencerita dengan peristiwa atau tokoh.
  • Aliran kesadaran 意识流 adalah narasi di mana pikiran tokoh dikisahkan melalui aliran yang terus-menerus, sering kali dengan sedikit pengurutan konvensional.

Jarak naratif adalah alat paling kuat namun paling jarang digunakan dalam kursus ini. Seorang pencerita yang menceritakan masa kecilnya empat puluh tahun kemudian berada dalam jarak kronologis, dan jarak tersebut memberikan ironi yang tidak bisa dimiliki oleh dirinya saat anak-anak. Mengurangi jarak - seorang pencerita yang mengisahkan peristiwa sebagaimana terjadi - akan menghilangkan ironi, digantikan oleh keintiman dan ketidakandalan.

Vocabulary · ⁨Kosa kata⁩ Train · ⁨Latih⁩
English Bahasa Indonesia
agency/ˈeɪdʒənsi/ agen
protagonist/ˈprəʊtəɡənɪst/ tokoh utama
antagonist/ænˈtæɡənɪst/ tokoh penentang
archetypes/ˈɑːkɪtaɪps/ arsetipe
Narrative distance/ˈnærətɪv ˈdɪstəns/ Jarak naratif
Stream of consciousness/striːm ɒv ˈkɒnʃəsnəs/ Aliran kesadaran
topic sentences/ˈtɒpɪk ˈsentənsɪz/ kalimat topik
4.10

Details, Diction, and Syntax Reveal Perspective · ⁨Detail, Diksi, dan Sintaks Mengungkap Perspektif⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (NAR-1): A narrator’s or speaker’s perspective controls the details and emphases that affect how readers experience and interpret a text.

Learning Objective 4.C: Identify and describe details, diction, or syntax in a text that reveal a narrator’s or speaker’s perspective.

  • NAR-1.M The narrators’, characters’, or speakers’ backgrounds and perspectives shape the tone they convey about subjects or events in the text.
  • NAR-1.N Descriptive words, such as adjectives and adverbs, not only qualify or modify the things they describe but also convey a perspective toward those things.
  • NAR-1.O The attitude of narrators, characters, or speakers toward an idea, character, or situation emerges from their perspective and may be referred to as tone.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Abadi (NAR-1): Perspektif narator atau pembicara mengendalikan detail dan penekanan yang mempengaruhi bagaimana pembaca mengalami dan menginterpretasikan teks.

Tujuan Pembelajaran 4.C: Identifikasi dan jelaskan detail, diksi, atau sintaks dalam teks yang mengungkap perspektif narator atau pembicara.

  • NAR-1.M Latar belakang dan perspektif para narator, tokoh, atau pembicara membentuk nada yang mereka sampaikan tentang subjek atau peristiwa dalam teks.
  • NAR-1.N Kata-kata deskriptif, seperti kata sifat dan kata keterangan, tidak hanya membatasi atau memodifikasi hal-hal yang mereka jabarkan tetapi juga menyampaikan perspektif terhadap hal-hal tersebut.
  • NAR-1.O Sikap narator, tokoh, atau pembicara terhadap suatu gagasan, tokoh, atau situasi muncul dari perspektif mereka dan dapat disebut sebagai nada.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English
  • Narrators' and characters' backgrounds and perspectives shape the tone they convey.
  • Descriptive words not only qualify what they describe but convey a perspective toward it.
  • The attitude of a narrator or speaker toward an idea, character, or situation emerges from these choices.
Bahasa Indonesia
  • Latar belakang dan perspektif pencerita dan tokoh membentuk nada yang mereka sampaikan.
  • Kata-kata deskriptif tidak hanya membatasi apa yang mereka deskripsikan tetapi juga menyampaikan perspektif terhadapnya.
  • Sikap pencerita atau pembicara terhadap sebuah ide, tokoh, atau situasi muncul dari pilihan-pilihan ini.
Perspektif dibangun dari tiga hal yang dapat diamati - dan apa yang tidak diperhatikan juga dihitung
Explore · ⁨Jelajahi⁩

Build a perspective from three observables · ⁨Bangun perspektif dari tiga observabel⁩

What is not noticed is evidence too: a narrator who never describes a face has told you something. · ⁨Apa yang tidak diperhatikan juga merupakan bukti: narator yang tidak pernah mendeskripsikan wajah telah memberi tahu Anda sesuatu.⁩

4.11

Developing a Literary Thesis Statement · ⁨Mengembangkan Pernyataan Tesis Sastra⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (LAN-1): Readers establish and communicate their interpretations of literature through arguments supported by textual evidence.

Learning Objective 7.B: Develop a thesis statement that conveys a defensible claim about an interpretation of literature and that may establish a line of reasoning.

  • LAN-1.D A thesis statement expresses an interpretation of a literary text, and requires a defense, through use of textual evidence and a line of reasoning, both of which are explained in an essay through commentary.
  • LAN-1.E A thesis statement may preview the development or line of reasoning of an interpretation. This is not to say that a thesis statement must list the points of an interpretation, literary elements to be analyzed, or specific evidence to be used in the argument.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Berkelanjutan (LAN-1): Pembaca membangun dan menyampaikan interpretasi mereka terhadap karya sastra melalui argumen yang didukung oleh bukti tekstual.

Tujuan Pembelajaran 7.B: Mengembangkan pernyataan tesis yang menyampaikan klaim yang dapat dipertahankan tentang interpretasi sastra dan yang dapat menetapkan garis penalaran.

  • LAN-1.D Pernyataan tesis mengungkapkan interpretasi atas sebuah teks sastra, dan memerlukan pembelaian, melalui penggunaan bukti tekstual dan alur pemikiran, keduanya dijelaskan dalam esai melalui komentar.
  • LAN-1.E Pernyataan tesis dapat mendahului pengembangan atau garis penalaran dari sebuah interpretasi. Ini bukan berarti bahwa pernyataan tesis harus mendaftar poin-poin interpretasi, elemen literer yang akan dianalisis, atau bukti spesifik yang akan digunakan dalam argumen.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

Unchanged: a thesis expresses an interpretation and requires textual defence; it may preview the line of reasoning.

Bahasa Indonesia

Tidak berubah: sebuah tesis menyampaikan interpretasi dan memerlukan pertahanan tekstual; ia dapat meninjau garis penalaran.

4.12

Developing Commentary · ⁨Mengembangkan Komentar⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (LAN-1): Readers establish and communicate their interpretations of literature through arguments supported by textual evidence.

Learning Objective 7.C: Develop commentary that establishes and explains relationships among textual evidence, the line of reasoning, and the thesis.

  • LAN-1.F A line of reasoning is the logical sequence of claims that work together to defend the overarching thesis statement.
  • LAN-1.G A line of reasoning is communicated through commentary that explains the logical relationship between the overarching thesis statement and the claims/evidence within the body of an essay.
  • LAN-1.M The body paragraphs of a written argument develop the reasoning and justify claims using evidence and providing commentary that links the evidence to the overall thesis.
  • LAN-1.N Effective paragraphs are cohesive and often use topic sentences to state a claim and explain the reasoning that connects the various claims and evidence that make up the body of an essay.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Berkelanjutan (LAN-1): Pembaca membangun dan menyampaikan interpretasi mereka terhadap karya sastra melalui argumen yang didukung oleh bukti tekstual.

Tujuan Pembelajaran 7.C: Mengembangkan komentar yang menetapkan dan menjelaskan hubungan antara bukti tekstual, garis penalaran, dan tesis.

  • LAN-1.F Garis penalaran adalah urutan logis klaim-klaim yang bekerja bersama-sama untuk membela pernyataan tesis yang melingkupi.
  • LAN-1.G Garis penalaran dikomunikasikan melalui komentar yang menjelaskan hubungan logis antara pernyataan tesis yang melingkupi dan klaim/bukti di dalam bagian tubuh esai.
  • LAN-1.M Paragraf isi dalam argumen tertulis mengembangkan alasan dan membenarkan klaim menggunakan bukti serta menyediakan komentar yang menghubungkan bukti dengan tesis keseluruhan.
  • LAN-1.N Paragraf yang efektif bersifat kohesif dan sering kali menggunakan kalimat topik untuk menyatakan klaim dan menjelaskan alasan yang menghubungkan berbagai klaim dan bukti yang membentuk isi esai.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English
  • A line of reasoning is the logical sequence of claims defending the thesis, communicated through commentary.
  • Body paragraphs develop the reasoning and justify claims using evidence.
  • Effective paragraphs are cohesive and often use topic sentences 主题句 to state a claim and explain the reasoning.
Bahasa Indonesia
  • Garis penalaran adalah urutan logis klaim-klaim yang membela tesis, disampaikan melalui komentar.
  • Paragraf isi mengembangkan penalaran dan membenarkan klaim menggunakan bukti.
  • Paragraf yang efektif bersifat kohesif dan sering menggunakan kalimat topik 主题句 untuk menyatakan klaim dan menjelaskan penalaran.
4.13

Selecting Relevant and Sufficient Evidence · ⁨Memilih Bukti yang Relevan dan Cukup⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (LAN-1): Readers establish and communicate their interpretations of literature through arguments supported by textual evidence.

Learning Objective 7.D: Select and use relevant and sufficient evidence to both develop and support a line of reasoning.

  • LAN-1.H Writers use evidence strategically and purposefully to illustrate, clarify, exemplify, associate, amplify, or qualify a point.
  • LAN-1.I Evidence is effective when the writer of the essay uses commentary to explain a logical relationship between the evidence and the claim.
  • LAN-1.J Evidence is sufficient when its quantity and quality provide apt support for the line of reasoning.
  • LAN-1.K Developing and supporting an interpretation of a text is a recursive process; an interpretation can emerge from analyzing evidence and then forming a line of reasoning, or the interpretation can emerge from forming a line of reasoning and then identifying relevant evidence to support that line of reasoning.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Berkelanjutan (LAN-1): Pembaca membangun dan menyampaikan interpretasi mereka terhadap karya sastra melalui argumen yang didukung oleh bukti tekstual.

Tujuan Pembelajaran 7.D: Memilih dan menggunakan bukti yang relevan dan memadai untuk mengembangkan dan mendukung garis penalaran.

  • LAN-1.H Penulis menggunakan bukti secara strategis dan bertujuan untuk mengilustrasikan, memperjelas, memberikan contoh, mengasosiasikan, memperkuat, atau membatasi suatu poin.
  • LAN-1.I Bukti efektif ketika penulis esai menggunakan komentar untuk menjelaskan hubungan logis antara bukti dan klaim.
  • LAN-1.J Bukti memadai ketika jumlah dan kualitasnya menyediakan dukungan yang tepat untuk garis penalaran.
  • LAN-1.K Mengembangkan dan mendukung interpretasi terhadap teks adalah proses rekursif; interpretasi dapat muncul dari menganalisis bukti lalu membentuk garis penalaran, atau interpretasi dapat muncul dari membentuk garis penalaran lalu mengidentifikasi bukti yang relevan untuk mendukung garis penalaran tersebut.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

Same four points as Unit 3: evidence used strategically; effective when commentary explains the relationship; sufficient in quantity and quality; and interpretation as a recursive process.

Bahasa Indonesia

Empat poin yang sama dengan Unit 3: bukti digunakan secara strategis; efektif ketika komentar menjelaskan hubungannya; cukup dalam jumlah dan kualitas; dan interpretasi sebagai proses rekursif.

4.14

Control Over the Elements of Composition · ⁨Kontrol atas Elemen Komposisi⁩

Syllabus · ⁨Silabus⁩
English

Enduring Understanding (LAN-1): Readers establish and communicate their interpretations of literature through arguments supported by textual evidence.

Learning Objective 7.E: Demonstrate control over the elements of composition to communicate clearly.

  • LAN-1.O Coherence occurs at different levels in a piece of writing. In a sentence, the idea in one clause logically links to an idea in the next. In a paragraph, the idea in one sentence logically links to an idea in the next. In a text, the ideas in one paragraph logically link to the ideas in the next.
  • LAN-1.P Writers achieve coherence when the arrangement and organization of reasons, evidence, ideas, or details is logical. Writers may use transitions, repetition, synonyms, pronoun references, or parallel structure to indicate relationships between and among those reasons, evidence, ideas, or details.
Bahasa Indonesia

Pemahaman Berkelanjutan (LAN-1): Pembaca membangun dan menyampaikan interpretasi mereka terhadap karya sastra melalui argumen yang didukung oleh bukti tekstual.

Tujuan Pembelajaran 7.E: Menunjukkan kontrol atas elemen-elemen komposisi untuk mengomunikasikan dengan jelas.

  • LAN-1.O Koherensi terjadi pada tingkat yang berbeda dalam sebuah tulisan. Dalam satu kalimat, gagasan dalam satu klausa secara logis terhubung ke gagasan dalam klausa berikutnya. Dalam satu paragraf, gagasan dalam satu kalimat secara logis terhubung ke gagasan dalam kalimat berikutnya. Dalam sebuah teks, gagasan dalam satu paragraf secara logis terhubung ke gagasan dalam paragraf berikutnya.
  • LAN-1.P Penulis mencapai koherensi ketika susunan dan pengelompokan alasan, bukti, gagasan, atau detail bersifat logis. Penulis dapat menggunakan transisi, pengulangan, sinonim, rujukan kata ganti, atau struktur paralel untuk menunjukkan hubungan antar dan di antara alasan, bukti, gagasan, atau detail tersebut.

Source: College Board AP Course and Exam Description · ⁨Sumber: Deskripsi Kursus dan Ujian College Board AP⁩

English

Coherence occurs at different levels - within a sentence, between sentences, across the essay - and writers achieve it when the arrangement of reasons, evidence, and details makes the line of reasoning followable.

Worked example (a real AP exam task). A prose fiction prompt asks how the author's narrative choices convey the narrator's attitude to a remembered event. A weak answer: "The narrator is nostalgic and uses descriptive language." A scoring answer uses narrative distance: "The narrator relates a single afternoon from a distance of decades, and the distance is doing the work: he describes his own excitement in the third person - 'the boy ran' - before returning to 'I' for the disappointment. Choosing where to close the chronological gap lets him withhold sympathy from his younger self while claiming the loss as his own." Distance, its variation, and the attitude it produces.

Bahasa Indonesia

Koherensi terjadi pada tingkat yang berbeda - dalam satu kalimat, antar kalimat, sepanjang esai - dan penulis mencapainya ketika pengaturan alasan, bukti, dan detail membuat garis penalaran dapat diikuti.

Contoh terarah (tugas ujian AP sungguhan). Prompt fiksi prosa meminta bagaimana pilihan naratif penulis menyampaikan sikap pencerita terhadap peristiwa yang diingat. Jawaban lemah: "Pencerita merasa nostalgia dan menggunakan bahasa deskriptif." Jawaban bernilai tinggi menggunakan jarak naratif: "Pencerita mengisahkan satu sore dari jarak puluhan tahun, dan jarak itulah yang melakukan pekerjaannya: ia mendeskripsikan kegembiraannya sendiri dalam orang ketiga - 'si bocah berlari' - sebelum kembali ke 'saya' untuk kekecewaan. Memilih kapan menutup kesenjangan kronologis memungkinkannya menahan simpati terhadap dirinya yang lebih muda sambil mengklaim kerugian itu sebagai miliknya sendiri." Jarak, variasinya, dan sikap yang dihasilkan.

4.14

Exam tips · ⁨Tips ujian⁩

English
  • Choices reveal values. Ask what must have been true for the choice to make sense to that character.
  • An antagonist is not a villain. The strongest hold a value the reader can also recognise as good.
  • The environment tells you about the character - and it is textual evidence, not speculation.
  • Archetypes are a starting point. The analysis is where the text departs from the pattern.
  • Narrative distance has four kinds - physical, chronological, relational, emotional. It is the most underused tool here.
  • A narrator who closes or opens the distance mid-text has made a choice. Say what it produces.
Bahasa Indonesia
  • Pilihan mengungkapkan nilai-nilai. Tanyakan apa yang harus benar agar pilihan tersebut masuk akal bagi tokoh tersebut.
  • Antagonis bukan jahat. Pemenang memegang nilai yang dapat dikenali pembaca sebagai kebaikan.
  • Lingkungan memberi tahu Anda tentang karakter - dan itu adalah bukti tekstual, bukan spekulasi.
  • Arketipe adalah titik awal. Analisis terletak di mana teks menyimpang dari pola.
  • Jarak naratif memiliki empat jenis - fisik, kronologis, relasional, emosional. Ini adalah alat yang paling jarang digunakan di sini.
  • Pencerita yang menutup atau membuka jarak di tengah teks telah membuat pilihan. Katakan apa yang dihasilkannya.

Interactive lessons on this topic · ⁨Pelajaran interaktif untuk topik ini⁩

Work through it step by step, with instant-check exercises. · ⁨Kerjakan langkah demi langkah, dengan latihan pengecekan instan.⁩

Past Papers · ⁨Soal-Soil Masa Lalu⁩

More topics in AP English Literature and Composition · ⁨AP Sastra Inggris dan Komposisi⁩ · ⁨Topik lain dalam AP English Literature and Composition · ⁨AP Sastra Inggris dan Komposisi⁩⁩

Log in or create account · ⁨Masuk atau buat akun⁩

IGCSE, A-Level & AP